Pengalaman melihat Gijesa secara langsung diKorea

Saat pertamakali keKorea aku udah deg-degan pake banget, secara aku pergi sendirian tanpa memesan hotel, hanya berbekal tiket pesawat Airasia. Kenapa berani? karena syukur-syukur aku punya kenalan diKorea. Ceritanya beliau adalah bapak angkat diKorea seneng banget pas diajak jadi anak angkatnya, tapi sayang aku masih sayang emak sama babe disini hehe jadi tawaran itu aku tolak T^T jadinya spontan aku berangkat kesana dan karena musim dingin atau musim-musim selain musim panas disana pasti perlu persiapan ekstra dan aku mahasiswa kere pada saat itu jadilah berangkat pada musim panas biar ga beli baju ini-itu lagi. cukup hemat.

DiKorea aku tinggal dirumah kenalan bapak angkat, namanya Mrs. Youngsuk. Bibi Youngsuk tinggal disebuat apartment dilantai 7 rumah nomer… ah saya lupa, nggak foto juga, maklum sudah agak berusia. Bibi ini super baik banget tapi agak ketat juga, aku harus ada dirumahnya sebelum jam 8 teng! Nggak boleh jalan-jalan sama anak cowok! oh mi God! (sempet juga bibi Youngsuk telpon temen yang mau ketemuan, dan ditanya macem-macem, ala emak-emak Indonesia walau dia orang Korea. Well semua emak-emak sama aja pasti lindungin anak perempuannya walau bibi Youngsuk bukan tipe emak-emak pasang sein kiri beloknya kanan) Jadilah jalan-jalan ala anak mami ๐Ÿ˜ฅ tapi aku bersyukur banget karena sudah ditampung dan dikasi makan kayak anak ilang sama bibi Youngsuk (Youngsuk imo~ saranghae~ haha)

CIMG0153
Nemenin Bibi Youngsuk belanja

Nah, hari kesepuluh aku disana, bibi Youngsuk ngajakin aku belanja keperluan buat Jesa atau persembahanย pada leluhur pendahulu mereka. Kalau nggak salah denger (secara bibi Youngsuk ngomongnya campur aduk Inggris sama Korea plus bahasa China, mumet ga lo?) peringatan ini disebut Gijesa salah satu dari upacara Jesa. Dia belanja lumayan banyak buah-buahan, sayuran, ikan dan makanan lainnya untuk dipakai persembahan.

Sampainya dirumah aku bantu-bantu masak, sok-sokan bisa masak ceritanya, bisa jadi calon mantu Youngsuk Imo kekeke FYI bibi Youngsuk punya dua anak cowok, satunya belajar Astronomi di Amerika satunya jadi dokter di China, dipilih..dipilih… Kembali lagi, aku bantuin ngupas buah dan bersihin alat-alat persembahan (macam tatakan berbagai bentuk dari kayu dan warnanya semua merah). Ngupas buahnya aku degdegan, secara pisaunya ngadep kewajah, nggak becus, dimarahin sama sodaranya bibi Youngsuk. sorry mak, saya ngupas buahnya mata pisau Hadep kedepan ๐Ÿ˜ฅ

Upacara ini mirip dengan upacara persembahan untuk leluhur diBali untuk menghormati leluhur yang mendahului kita. Biasanya orang Bali dilakukan dirumah utama, tapi diKorea dilakukan dirumah anak tertua. Aku search-search Gijesa ini dilakukan untuk empat leluhur pendahulu, tapi aku cuma lihat satu mangkuk nasi saja, katanya itu untuk Bapak dari suami bibi Youngsuk yang sudah meninggal.

Bagi yang tau tolong dikoreksi, yang aku liat semua ditumpuk dalam jumlah ganjil. maunya tanya ke bibi Youngsuk tapi kelupaan, sekali lagi maklumkanlah.

Semua keluarga dari Bibi Youngsuk ngumpul diapartement, sayang orang tua semua, mereka nggak ada niat ngajakin anaknya paling nggak buat bisa kenalan, siapa tau ada cogannya ๐Ÿ˜€

Mereka mulai dari berlutut dan berdoa (aku cuma mojok dibelakang mantengin, geser dikit cekrek), kemudian anak tertua mulai nuangin minuman kecangkir dimeja sesajian, terus nyendokin nasi plus lauk pauknya (kayak nyuapin gitu) terus berlanjut keanak-anak yang lainnya (karena suami Bibi Youngsuk ada di China, bibi Youngsuk yang mewakili suaminya) kemudian mereka berlutut lagi bersama-sama.

CIMG0948CIMG0951

Senang banget dapat lihat salah satu ritual dari orang Korea, secara live! dan kata bibi Youngsuk ini hanya dilakukan oleh orang-orang Korea yang masih percaya dengan ajaran dari jalan Joseon dulu (ga sebut-sebut agama lo) tapi yang aku agak tidak enak itu rasism yang masih kental di Korea, saat keluarga Bibi Youngsuk dateng-dateng nganggep aku pembantu baru dirumah Bibi Youngsuk ๐Ÿ˜ฅ jadilah disuruh-suruh macam pembantu, mereka baru melunak saat dibilang “ini tamu gue, dia bayar tinggal dimari” (padahal aku numpang gratis dirumahnya hahaha)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s